Mandailing Natal

HORAS

Halak kamian do au
kawan

Rabu, 11 Januari 2012

Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

I. PENDAHULUAN

Dalam pembelajaran biologi berkaitan dengan cara mencari tahu dan memahami tentang alam sekitar secara sistematis, sehingga ilmu biologi bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta konsep, penemuan pendidikan biologi diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari dirinya sendiri dan alam sekitar beserta isinya yang terdiri dari dua macam yaitu makhluk hidup (biotik) dan makhluk tidak hidup (abiotik) antara lain misanya tumbuhan seperti dikotil (Bambang, 1998) Hampir setiap jenis lansekap, kebanyakan tumbuhan yang kita lihat adalah tumbuh-tumbuhan berbiji, yang disebut demikian karena tumbuhan jenis ini berbiak silang dengan memakai biji.

Tumbuhan seperti di atas tida hanya termasuk pembawa biji tetapi juga termasuk paku yang sebenarnya tidak berbiji. Taksonomi Tumbuhan Tinggi merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang tumbuhan dan proses metabolisme yang terjadi di dalam tubuh-tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup atau mati serta berkembang.

Dengan mempelajari taksonomi tumbuhan, kita dapat membedakan berbebagai jenis tumbuhan yang termasuk tumbuhan tingkat rendah dan tumbuhan tinggkat tinggi. Pada dasarnya gejala di tampakkan oleh tumbuhan dapat di terang berdasarkan prinsip-prinsip kimia dan fisika, beberapa proses metabolisme tubuh dapat dijelaskan secara rinci tentang prinsip-prinsip kimia dan fisika yang terlibat di mana penjelasan ini telah dapat diterima oleh para ahli fisiologi tumbuan dengan tampa keraguaan.Angiospermae terdiri atas satu divisi yaitu Anthophyta (tumbuhan berbunga) yang merupakan 80% tumbuhan saat ini. Divisi ini dibedakan atas 2 kelas yaitu tumbuhan monokotil (sekitar 65.000 spesies) dan tumbuhan dikotil (sekitar 170.000 spesies). Tumbuhan dikotil dan monokotil dibedakan atas beberapa hal, antara lain: struktur biji (jumlah kotiledon), struktur bunga, distribusi berkas pembuluh pada batang, dan struktur akar.

Angiospermae merupakan tumbuhan berpembuluh berbiji tertutup. Organ vegetatif tumbuhan ini terdiri dari akar, batang, dan daun. Akar, batang dan daun terdiri dari 3 sistem jaringan yang sama, yaitu: sistem jaringan dermal/penutup, sistem jaringan pembuluh dan sistem jaringan dasar. Sistem jaringan dermal terdapat pada bagian terluar tubuh tumbuh-tumbuhan. Pada tubuh tumbuhan primer, sistim jaringan ini terdiri dari jaringan epidermis, sedangkan pada tubuh tumbuhan sekunder, epidermis digantikan oleh jaringan periderm. Sistim jaringan pembuluh terdiri dari xilem dan floem.

Xilem berfungsi mengangkut air dan larutan garam dari akar ke daun melalui batang; sedangkan floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke bagian organ lainnya. Sistim jaringan pembuluh terdapat diantara sistim jaringan dasar, yang sebagian besar terdiri dari jaringan parenkim. Perbedaan pokok antara ketiga organ tersebut terdapat pada distribusi relatif sistem jaringan pembuluh dan sistim jaringan dasar.

Tujuan:
1. Mengetahui ciri-ciri tanaman monokotil dan dikoti
2. Mengetahui perbedaan tanaman yang monokotil dan dikoti
3. Mengetahui contoh-contoh tanaman monokotil dan dikotil

II. TINJAUAN PUSTAKA

Pada tumbuhan kelas / tingkat tinggi dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae. Ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil hanya dapat ditemukan pada tumbuhan subdivisi angiospermae karena memiliki bunga yang sesungguhnya.

Angiospermae, tumbuhan yang tergolong dalam anak divisi ini berupa pohon-pepohonan, semak-semak maupun terna dengan batang yang bercabang monopodial atau simpodial. Berkas pengangkutan kolateral terbuka atau tertutup. Ada pula yang bokolateral, dalam akar selalu radikal. Dalam xilem selalu terdapat trakea dan trakeida. Batang dapat menunjukkan penebalan sekunder oleh karena aktivitas suatu jaringan yang melingkar. Kambium batang berserta daun amat bermacam-macam bentuk dan susunannya.

2.1 Klasifikasi Angiospermae secara umum yang meliputi dicotile dan monocotile

a. Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)

Angiospermae memiliki ciri antara lain :
• Memiliki bakal biji atau biji yang tertutup oleh daun buah
• Mempunyai bunga sejati
• Umumnya tumbuhan berupa pohon, perdu, semak, liana dan herba.
• Dalam reproduksi terjadi pembuahan ganda.

Sedangkan dilihat dari strukturnya Angiospermae dibedakan menjadi dua yaitu :

A. Monocotyledoneae (berkeping satu)

Monocotyledoneae dengan ciri khas antara lain :
• Mempunyai biji berkeping satu
• Berakar serabut
• Batangnya dari pangkal sampai ujung hampir sama besarnya.
• Tidak bercabang.
• Akar dan batang tidak berkambium.

Sebagai contoh misalnya : Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Musa paradisiaca (pisang), Cocos nucifera (kelapa).

B. Dicotyledoneae (berkeping dua).

Dicotyledoneae dengan ciri khas antara lain :
• Mempunyai biji jumlah kepingnya dua
• Berakar tunggang
• Batang dari pangkal besar makin ke atas makin kecil.
• Batang bercabang
• Akar dan batang berkambium.

Sebagai contoh misalnya : Casia siamea (johar), Arachis hypogea (kacang tanah), Psidium guajava (jambu biji), Ficus elastica (karet).

C. Kelas tumbuh dicotilil atau tumbuhan Biji belah

Tumbuhan-tumbuhan yang tergolong dalam kelas ini meliputi terna, semak-semak, perdu maupun pohon-pohon yang seperti telah disebutkan terdahulu dapat dikenal karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

Adapun ciri-cirinya antara lain :
  1. Seperti namanya telah menyebutkan tumbuh-tumbuhan ini mempunyai lembaga dengan dua daun lembaga (berbiji belah) dan akar serta pucuk lembaga yang tidak mempunyai pelindung yang khusus.
  2.  Akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok (akar tunggal) yang bercabang-cabang dan membentuk sistem akar tunggang.
  3. Batang berbentuk kerucut panjang. Biasanya bercabang-cabang dengan ruas-ruas dan buku-buku yang tidak jelas.
  4. Duduk daun biasanya tersebar atau berkarang, kadang-kadang menyirip atau menjari
  5. Daun tunggal atau majemuk, seringkali disertai oleh daun-daun penumpu, jarang mempunyai pelepah, helaian daun bertulang menyirip atau menjari.
  6. Pada cabang-cabang ke samping sering kali terdapat 2 daun pertama yang letaknya tegak lurus pada bidang median di kanan kiri cabang tersebut.
  7. Bunga bersifat di-tetra atau pentamer.

D. Ciri-ciri Anatominya

Adapun ciri-ciri anatomi dari dicotile adalah sebagai berikut :
  1. Baik akar maupun batang mempunyai kambium, hingga akar maupun batangnya memperlihatkan pertumbuhan menebal sekunder.
  2. Pada akar sifat radikal berkas pengangkutanya hanya nyata pada akar yang belum mengadakan pertumbuhan menebal.
  3. Pada batang bekas pengangkutan tersusun dalam lingkaran dengan xilem di sebelah dalam dan floem di sebelah luar, diantarannya terdapat kambium, jadi bekas pengangkutannya bersifat kolateral terbuka, kadang-kadang bikolateral.
Berdasarkan pendapat uraian ciri-ciri di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa tumbuhan dicotile dilihat dari struktur anatominya memiliki perbedaan dengan tumbuhan lain seperti akar batannya mempunyai kambium, sifatnya radikal serta batang bekas mengangkutan tersusun dalam bentuk lingkaran diantaranya terdapat kambium.

Dicotiledonae dapat dibedakan dalam 3 anak kelas :Monocmyceae (apatelae), Dialypetalae, dan Sympetalae. Yang perbedaanya terletak dalam ada dan tidaknya daun-daun mahkota (petalae) dan bagaimana susunan daun-daun mahkota tersebut. Sementara penulis telah menelusuri berbagai referensi penulis menemukan adanya suatu perbedaan antara 2 kelas saja yaitu :

a. Choripetalae yang meliputi Apetalae dan Dialypetalae
b. Sympetalae

Berdasarkan ketiga anak kelas tersebut yang mana yang paling primitif tidak terhadap persesuaian pendapat. Ada yang mengganggap Monochlamydeae yang paling primitif dengan alasan : belum terdapatnya hiasan bunga dan cara penyerbukan yang anemogami, jadi mempunyai sifat-sifat yang mendekati sifat-sifat Gymnospermae.

Sebaliknya ada yang menganggap Dialypetalae yang paling primitif melihat jumlah daun-daun hiasan bunga yang besar dan susunanya menurut spiral seperti daun-daun pada cabang biasa. Juga masih banyak terdapat apokarpi pada bunganya.

Tumbuhan berbiji menunjukkan keanakaragaman struktur, pertumbuhan, dan proses-proses perkembangbiakan yang sungguh mengagumkan. Meskipun begitu, tumbuhan ini semuannya mempunyai ciri-ciri umum tertentu seperti :

  1. Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji, yang dihasilkan oleh bunga ataupun runjung.
  2. Sperma, atau sel kelamin jantan, menuju ke telur, atau sel kelamin betina, melalui suatu bangun yang disebut tabung serbuk sari, yang hanya terdapat pada tumbuh-tumbuhan berbiji.
  3. Tumbuhan berbiji memiliki jaringan pembuluh yang rumit.
  4. Pada hakikatnya semua tumbuhan berbiji memiliki pigmen hijau klorofil.
Pada tumbuhan dikenal dua jenis akar yatu akar tunggang dan akar serabut. Akar tunggang pada umumnya ditemukan pada tumbuhan dengan berbiji dikotil sedangkan akar serabut biasanya pada tumbuhan berbiji monokotil.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

Contoh tumbuhan monokotil: Jagung, padi, sorghum, tebu, kelapa, pinang, dan bambu, dll. Sedangkan tumbuhan yang dikotil: kacang tanah, ubi jalar, kedelai, belimbing, mangga, rambutan, jati, dll. Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :
  • Monokotil
Sistem perakarannya serabut, bentuk sumsum atau pola tulang daunnya melengkung, berkeping biji satu atau kotiledon satu, tidak mempunyai kambium, kelopak bunga umumnya kelipatan tiga, pada batang ditemukan batang lembaga atau koleoptil dan akar lembaga dan pertumbuhan akarnya tidak bisa tumbuh berkembang menjadi besar.
  • Dikotil
Sistem perakarannya tunggang, bentuk sumsum atau pola tulang daunnya menyirip atau menjari, berkeping dua, memiliki kambium sehingga umumnya tanaman ini berkayu, kelopak bunga umumnya kelipatan empat atau lima, pada batang tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptildan pertumbuhan akarnya bisa tumbuh berkembang menjadi besar.

3.2 Pembahasan

Tumbuhan dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae.

Tanaman jagung termasuk tumbuhan monokotil. Pada tanaman jagung akarnya merupakan akar serabut, jumlah keeping bijinya hanya satu, tidak terdapat cambium pada batangnya yang hanya terdiri dari ruas-ruas, selain itu pertumbuhan akar dan batangnya tidak bias tumbuh berkembang menjadi membesar.

IV. KESIMPULAN

Tumbuhan berkeping biji tunggal (atau monokotil) adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok ini diakui sebagai takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai nama, seperti Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae.

Kelompok tumbuhan ini mencakup berbagai tumbuhan paling berguna dalam kehidupan manusia. Sebagai sumber pangan, sumber energi nabati, sumber bahan baku industri, perumahan, dekorasi, pakaian, media penulisan, zat pewarna, dan sebagainya

Contoh tumbuhan monokotil :
1. suku anggrek-anggrekan
2. suku padi-padian (Graminae)
3. suku pinang-pinangan (Palmae)
4. suku bawang-bawangan (alliaceae)
5. suku pisang-pisangan (Musaceae)

Tumbuhan berbiji belah atau tumbuhan berkeping biji dua adalah segolongan tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama dengan memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon:daun yang terbentuk pada embrio) berbentuk sejak dalam tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua dan sistem Crouquist mengakui kelompok ini sebagai takson dan menamakannya kelas Magnoliopsida. Nama ini dibentuk dengan menggantikan akhiran -aceae dalam nama Magnoliopsida dengan akhiran -opsida . Kelas Magnoliopsida dipakai sebagai nama takson bagi semua tumbuhan berbunga bukan monokotil. Magnoliopsida adalah nama yang dipakai untuk menggantikan nama yang dipakai sistem klasifikasi yang lebih lama, kelas Dicotyledoneae (kelas “tumbuhan berdaun lembaga dua” atau “tumbuhan dikotil”).





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar